Carisma
Putri, gadis cantik berusia 18 tahun ini adalah seorang yatim piatu.
Kehidupannya menjadi kelam sejak kepergian kedua orang tuanya menghadap Sang
Khalik.
Pronolognya, Carisma terlahir sebagai
putri tunggal, orang tuanya teramat sangat menyayanginya. Gadis cantik yang
akrab di sapa Risma ini, memiliki seorang teman kecil, yaitu Resky Putra yang
dulu pernah berjanji akan menjaga Risma selamanya.
Teringat dalam benak Risma, saat Resky
hendak pergi karena orang tuanya di pindah tugaskan ke New York City, Resky
menggenggam erat tangan Risma dan berkata, “Risma, aku saying banget sama kamu.
Aku pamit dulu, aku pergi untuk mengejar cita-citaku. Aku janji, suatu saat
nanti aku pasti kembali untuk menjemputmu, akan ku jadikan kau permaisuriku
yang paling cantik. Akan ku buat kau menjadi seorang ratu yang terbahagia
sejagat raya. Tungguin aku, aku pasti kembali!.”
Lalu Risma mulai terisak saat bayangan
tentang bagaimana sebuah kecelakaan maut yang menyebabkan kedua orang tuanya
menjadi nisan. Tuhan, mengapa harus aku
yang menjalani takdir ini, aku gak sanggup lagi Tuhan!.
Carisma kini tinggal bersama Tante
Vika, adik ibunya. Tante Vika adalah seorang janda yang entah mengapa bisa
hidup mewah. Tante Vika memiliki dua orang anak yang sok berkuasa, namanya
Vanessa dan Veronica.
Nessa dan Nicha, begitulah mereka di
sapa. Risma menjalani kehidupannya dengan tabah. Kesedihan yang menghampirinya
tak pernah di perlihatkannya kepada orang lain. Ia memendam semuanya sendiri. Lahaullah wallaquatta illahbillah.
“Ris?. Risma?.” Seru Vanessa.
“Ya,
ada apa kak Nessa?.” Jawab Carisma menghampiri Vanessa.
“Loe
tau ‘kan, ntar teman-teman gue mau main ke sini?. And gue mau loe beresin
ruangan itu!.”
“Baik
kak.” Jawab Carisma.
“Inget,
ntar loe jangan keganjenan sama teman-teman gue!. Awas loe!.” Ancam Vanessa.
“Ris!.
Risma!.” Teriak Veronica.
“Iya
kak Nicha!.” Jawab Carisma berlari menghampiri Veronica.
“Elo
beresin kamar gue, lalu setrikain baju gue, karena gue mau pergi. Before, loe
ambilin gue jus anggur dulu!. Sekarang!.” Bentak Veronica.
“Iya
kak!.” Jawab Carisma.
“Ris?.
Risma!” panggil Tante Vika.
“Ya!.
Ada apa Tante?.” Jawab Carisma menghadap Tante Vika.
“Kamu
gak liat kolam renang pada kotor gini?. Bersihin!.” Perintah Tante Vika.
“Okey
Tante.” Jawab Carisma ramah.
“Risma,
loe naruh make-up gue dimana?.” Teriak Vanessa dari dalam kamarnya.
“Risma,
kenapa baju kesayangan gue noda?.” Teriak Veronica dari ruang setrika.
“Risma,
kok piring kotor belum di cuci?.” Teriak Tante Vika dari dapur.
“Iya,
sebentar. Aku lagi nyapu halaman, lalu akan menjemur pakaian.” Jawab Carima
letih.
Vanessa sedang menelpon sahabatnya,
Via.
“Hai,
gimana kabar loe?. Jadi datang ‘kan ntar?. Oh ya, si anak baru yang pindahan
dari New York itu datang juga ‘kan?. Itu lho si Putra?. Okey, gue tunggu ya.”
Percakapan kilah Vanessa dan Via.
“Gimana
kak?. Si putra datang ‘kan kak?.” Tanya Veronica semangat.
“Iya,
hm Putra itu supel dan keren de.” Jawab Vanessa tak kalah semangat.
“Iya,
oh Putra, loe beken banget, gue suka!.” Comel Veronica.
“Heh,
loe ‘kan sudah punya Kevin!. Putra itu buat gue!.” Amarah Vanessa.
“Ih
biarin!. Kita bersaing saja. Bilang saja kakak takut?.” Pancing Veronica.
“What?.
Takut?. Sama loe?. Hello, Putra itu sudah pasti milih gue yang lebih cantik and
sexy.”
“Hahahahahahaha.
Tapi gue lebih popular kali!.”
“Pokoknya
Putra punya gue!.”
“Bukan!.
Loe jangan mimpi!.”
Kevin, Via, Rikson dan Putra datang
memenuhi undangan Vanessa dan Veronica. Mereka bercanda asyik. Carisma lalu
mengantarkan minuman, ketika ia keluar dari dapur, semua mata tertuju padanya,
memandang dan mengagumi kecantikannya.
“Sayang,
kok gitu sich ngeliatinnya?.” Tanya Via cemburu.
“Gak
kok, masih cantik loe Via.” Ucap Rikson, agar kekasihnya tak ngambek.
“Dia
siapa?.” Tanya Kevin pada Veronica.
“Hm,
dia pembantu!. Iya ‘kan Kak Nessa?.” Jawab Veronica melirik kea rah Vanessa.
“Oh
iya, benar. Dia pembantu di rumah ini.” Vanessa meyakinkan.
“Siapa
namanya?.” Tanya Putra.
“Hm,
gak pentinglah tau nama pembantu. Mending sekarang kita party.” Ajak Vanessa.
“Gue
setuju, iya ‘kan Nicha?.” Kata Via.
“Pasti!.”
Ya
Tuhan, mengapa ketika aku melihatnya, aku teringat pada Rismaku yang dulu. Apa
dia memang benar-benar Carisma. Batin Resky Putra.
Sekembalinya di Indonesia, ia lebih
akrab di sapa Putra daripada Resky. Dan malam itu sosok bayangan Carisma
membuatnya tak lelap.
Tuhan,
lelaki tadi?. Apa benar dia Reskyku, tapi namanya Putra bukan Resky. Mengapa
aku memikirkannya ya Tuhan. Ada apa ini?. Batin Carisma di sela tidur malamnya.
“Heh, loe itu ‘kan sudah gue
peringatin supaya jangan ganjen sama teman-teman gue!. Kalau sampai Kevin
mutusin gue karena terpesona sama pelet loe, awas saja!.” Bentak Veronica.
“Gak
kok kak, Risma gak ngapa-ngapain.” Ucap Carisma.
“Pokoknya
kalau teman-teman kita pada datang lagi, loe gak boleh keluar atau nampakin
diri loe, bisa-bisa Putra kepincut sama pesona loe!.” Lanjut Vanessa.
“Benar,
gue juga gak mau kehilangan Kevin gara-gara loe!.” Tegas Veronica.
“Baik
kak!.” Jawab Carisma tetap bersikap ramah.
Ya
Tuhan, mengapa setiap memandang teman kak Nicha yang namanya Putra itu, aku
merasa seakan-akan dia Resky. Gak!. Dia bukan Resky!. Jelas-jelas namanya Putra
bukan Resky!. Lagipula dia pacar kak Nessa. Aku gak boleh membayangkan aura
Resky dalam diri dia. Aku harus berhenti memikirkan dia. Ya, berhenti
memikirkan yang bukan milikku. Lagian aku tak pantas untuk seorang sepertinya.
Aku hanya gadis malang yang merana. Aku akan lupain dia, menghapus dia dari
otakku, karena ingin bersamanya adalah mimpi bagiku. Batin Carisma.
“Pokoknya kalau Risma merebut Putra
dari gue, gue pastiin dia gak akan tenang. Gue bakalan habisin dia, gue bikin
hidupnya menderita. Liat saja nanti!.” Ancam Vanessa.
“Ya,
loe benar, gue setuju. Gue dukung loe!.” Semangat Veronica.
Pokoknya
gue harus tau siapa gadis itu!. Gadis yang menarik perhatian gue sejak awal
ketemu. Gadis yang di rumah Vanessa itu, gue benar-benar yakin dia Risma. Gue
harus cari tau, pokoknya besok gue bakalan jujur sama Vanessa, siapa tau dia
bisa bantuin gue nemuin keberadaan wanita yang paling gue cintai, Carisma. Batin
Resky Putra di dalam kamarnya yang di penuhi fotonya bersama Carisma saat masih
kecil dulu.
“Nes, Nessa tunggu?.” Teriak Resky
Putra mengejar Vanessa.
Akhirnya tebar pesona gue berhasil, yes!. Batin Vanessa.
“Ada
apa Putra?.” Tanya Vanessa sok kalem.
“Gue
mau nanya soal cewek yang kemarin di rumah loe itu, siapa namanya?. Soalnya
kalau gue ngeliat dia, membuat gue teringat pada seseorang!.” Jelas Resky
Putra.
“Oh,
namanya Carisma!. Kenapa sich?.” Tanya Vanessa dongkol.
“Oh,
namanya Carisma. Loe tau Nes, gue gak pernah pacaran karena gue nantiin teman
kecil gue yang paling gue saying. Namanya Carisma. Apa Carisma yang di rumah
loe itu, anaknya Pak Chiko Purwanto?.” Tanya Resky Putra antusias.
“Gue
gak tau!. Gak penting juga ‘kan, dia Cuma pembantu!.” Vanessa semakin terbakar
cemburu.
“Ntar
loe cari tau ya?. Please?.” Pinta Resky Putra dengan ibanya.
“Gue
sibuk, gue pergi dulu!.” Pamit Vanessa tiba-tiba.
“Ma, siapa nama ayahnya Carisma?.” Tanya
Vanessa kepada tante Vika yang sedang asyik menonton gossip artis.
“Chiko
Purwanto, kenapa?.” Tanpa mengalihkan perhatian dari tv.
Jadi?.
OMG, Risma itu?. Gak!. Pokoknya Putra gak boleh tau soal ini!. Kalau sampai
Putra tau, gue gak bakalan milikin dia. Pokoknya mereka gak boleh bersatu!. Batin Vanessa.
“Kenapa Nes?.” Tanya tante Vika membuyarkan lamunan
Vanessa.
“Akh,
enggak kok Mam!.” Sanggah Vanessa sambil berlalu.
“Kak Nessa, ada Putra nie.” Seru Veronica memanggil
kakaknya.
“Iya.”
Jawab Vanessa bergegas menemui Resky Putra.
“Sudah
cari tau Nes?.” Tanya Resky Putra tak sabar.
“Sudah,
nama ayahnya bukan Chiko Purwanto, tapi Hermawanto Widyodinigrat. Gue ambilin
loe minum dulu ya.” Kata Vanessa lalu berjalan menuju dapur, sebenarnya ia bisa
saja menyuruh Carisma, namun ia tak ingin Carisma bertemu Resky Putra.
Ternyata prediksinya salah, saat ia
membuatkan minum, Resky justrur melihat Carisma sedang membersihkan halaman
rumah. Resky lalu bergegas menemui Carisma.
“Maaf
Putra, Kak Nessa dan Kak Nicha melarang saya mendekati teman mereka!.” Jawab
Carisma polos saat Resky Putra ingin berbincang dengannya.
“Gue
cuma pengen tau, apa benar loe anaknya Pak Chiko Purwanto?.” Tanya Resky Putra.
“Ya.”
Jawab Carisma simple dan berusaha menjaga jarak dengan Resky Putra.
“Please,
lihat gue!. Gue ini Resky!.” Desak Resky Putra.
“Tapi?.
Nama kamu ‘kan?.” Bisik Carisma.
“Loe
lupa, nama lengkap gue Resky Putra, dan sekarang gue lebih akrab di sapa
Putra.” Jelas Resky.
“Gue
fikir loe gak bakalan menepati janji loe sama gue, ternyata loe?. Gue sayang
loe, gue nungguin loe selama ini.” Jawab Carisma sambil memeluk Resky.
“Gue
juga cinta sama loe Ris.” Bisik Resky di telinga Carisma.
“Gue
fikir, gue bisa membuat Putra ngelupain loe, ternyata gue salah. Maafin gue,
kalian emang beda, tapi gue akui kalian punya satu rasa yang sama, yaitu cinta.
Gue yakin kalian di takdirkan untuk bersama, saling memiliki selamanya.” Ucap
Vanessa haru dan mengagetkan mereka.
“Ya,
gue juga yakin loe berdua pasti berbahagia. Sudah saatnya Ris, sudah saatnya
loe ngedapatin kebahagiaan itu, ngedapatin apa yang seharusnya jadi milik
loe!.” Tambah Veronica.
“Maafin
kita ya Ris?. Tante, Nessa dan Nicha selama ini salah sama kamu.” Kata Tante
Vika.
“Iya,
justrur Risma berterima kasih tante sudah mau merawat Risma dan memberikan
Risma tumpangan selama ini.” Jawab Carisma tetap sopan dan ramah.
Terpancar sinar penyesalan yang amat
mendalam yang kemudian berbuah sebuah kesadaran pada raut wajah tante Vika dan
kedua anaknya. Mereka menyadari kesalahan yang selama ini mereka perbuat
terhadap seorang anak manis, sebaik Carisma.
Senyuman kesucian kembali menghiasi
bibir indah Carisma. Ia menemukan kebahagiaannya. Kebahagiaan yang merupakan
buah dari kesabaran, kesetiaan dan penantiannya selama ini. Itulah Resky Putra,
anugerah terindah dalam hidup Carisma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar