Kamis, 19 Februari 2015

Carisma



Carisma Putri, gadis cantik berusia 18 tahun ini adalah seorang yatim piatu. Kehidupannya menjadi kelam sejak kepergian kedua orang tuanya menghadap Sang Khalik.
          Pronolognya, Carisma terlahir sebagai putri tunggal, orang tuanya teramat sangat menyayanginya. Gadis cantik yang akrab di sapa Risma ini, memiliki seorang teman kecil, yaitu Resky Putra yang dulu pernah berjanji akan menjaga Risma selamanya.
          Teringat dalam benak Risma, saat Resky hendak pergi karena orang tuanya di pindah tugaskan ke New York City, Resky menggenggam erat tangan Risma dan berkata, “Risma, aku saying banget sama kamu. Aku pamit dulu, aku pergi untuk mengejar cita-citaku. Aku janji, suatu saat nanti aku pasti kembali untuk menjemputmu, akan ku jadikan kau permaisuriku yang paling cantik. Akan ku buat kau menjadi seorang ratu yang terbahagia sejagat raya. Tungguin aku, aku pasti kembali!.”
          Lalu Risma mulai terisak saat bayangan tentang bagaimana sebuah kecelakaan maut yang menyebabkan kedua orang tuanya menjadi nisan. Tuhan, mengapa harus aku yang menjalani takdir ini, aku gak sanggup lagi Tuhan!.


          Carisma kini tinggal bersama Tante Vika, adik ibunya. Tante Vika adalah seorang janda yang entah mengapa bisa hidup mewah. Tante Vika memiliki dua orang anak yang sok berkuasa, namanya Vanessa dan Veronica.
          Nessa dan Nicha, begitulah mereka di sapa. Risma menjalani kehidupannya dengan tabah. Kesedihan yang menghampirinya tak pernah di perlihatkannya kepada orang lain. Ia memendam semuanya sendiri. Lahaullah wallaquatta illahbillah.


          “Ris?. Risma?.” Seru Vanessa.
“Ya, ada apa kak Nessa?.” Jawab Carisma menghampiri Vanessa.
“Loe tau ‘kan, ntar teman-teman gue mau main ke sini?. And gue mau loe beresin ruangan itu!.”
“Baik kak.” Jawab Carisma.
“Inget, ntar loe jangan keganjenan sama teman-teman gue!. Awas loe!.” Ancam Vanessa.
“Ris!. Risma!.” Teriak Veronica.
“Iya kak Nicha!.” Jawab Carisma berlari menghampiri Veronica.
“Elo beresin kamar gue, lalu setrikain baju gue, karena gue mau pergi. Before, loe ambilin gue jus anggur dulu!. Sekarang!.” Bentak Veronica.
“Iya kak!.” Jawab Carisma.
“Ris?. Risma!” panggil Tante Vika.
“Ya!. Ada apa Tante?.” Jawab Carisma menghadap Tante Vika.
“Kamu gak liat kolam renang pada kotor gini?. Bersihin!.” Perintah Tante Vika.
“Okey Tante.” Jawab Carisma ramah.
“Risma, loe naruh make-up gue dimana?.” Teriak Vanessa dari dalam kamarnya.
“Risma, kenapa baju kesayangan gue noda?.” Teriak Veronica dari ruang setrika.
“Risma, kok piring kotor belum di cuci?.” Teriak Tante Vika dari dapur.
“Iya, sebentar. Aku lagi nyapu halaman, lalu akan menjemur pakaian.” Jawab Carima letih.


          Vanessa sedang menelpon sahabatnya, Via.
“Hai, gimana kabar loe?. Jadi datang ‘kan ntar?. Oh ya, si anak baru yang pindahan dari New York itu datang juga ‘kan?. Itu lho si Putra?. Okey, gue tunggu ya.” Percakapan kilah Vanessa dan Via.
“Gimana kak?. Si putra datang ‘kan kak?.” Tanya Veronica semangat.
“Iya, hm Putra itu supel dan keren de.” Jawab Vanessa tak kalah semangat.
“Iya, oh Putra, loe beken banget, gue suka!.” Comel Veronica.
“Heh, loe ‘kan sudah punya Kevin!. Putra itu buat gue!.” Amarah Vanessa.
“Ih biarin!. Kita bersaing saja. Bilang saja kakak takut?.” Pancing Veronica.
“What?. Takut?. Sama loe?. Hello, Putra itu sudah pasti milih gue yang lebih cantik and sexy.”
“Hahahahahahaha. Tapi gue lebih popular kali!.”
“Pokoknya Putra punya gue!.”
“Bukan!. Loe jangan mimpi!.”


          Kevin, Via, Rikson dan Putra datang memenuhi undangan Vanessa dan Veronica. Mereka bercanda asyik. Carisma lalu mengantarkan minuman, ketika ia keluar dari dapur, semua mata tertuju padanya, memandang dan mengagumi kecantikannya.
“Sayang, kok gitu sich ngeliatinnya?.” Tanya Via cemburu.
“Gak kok, masih cantik loe Via.” Ucap Rikson, agar kekasihnya tak ngambek.
“Dia siapa?.” Tanya Kevin pada Veronica.
“Hm, dia pembantu!. Iya ‘kan Kak Nessa?.” Jawab Veronica melirik kea rah Vanessa.
“Oh iya, benar. Dia pembantu di rumah ini.” Vanessa meyakinkan.
“Siapa namanya?.” Tanya Putra.
“Hm, gak pentinglah tau nama pembantu. Mending sekarang kita party.” Ajak Vanessa.
“Gue setuju, iya ‘kan Nicha?.” Kata Via.
“Pasti!.”


          Ya Tuhan, mengapa ketika aku melihatnya, aku teringat pada Rismaku yang dulu. Apa dia memang benar-benar Carisma. Batin Resky Putra.
          Sekembalinya di Indonesia, ia lebih akrab di sapa Putra daripada Resky. Dan malam itu sosok bayangan Carisma membuatnya tak lelap.


          Tuhan, lelaki tadi?. Apa benar dia Reskyku, tapi namanya Putra bukan Resky. Mengapa aku memikirkannya ya Tuhan. Ada apa ini?. Batin Carisma di sela tidur malamnya.

          “Heh, loe itu ‘kan sudah gue peringatin supaya jangan ganjen sama teman-teman gue!. Kalau sampai Kevin mutusin gue karena terpesona sama pelet loe, awas saja!.” Bentak Veronica.
“Gak kok kak, Risma gak ngapa-ngapain.” Ucap Carisma.
“Pokoknya kalau teman-teman kita pada datang lagi, loe gak boleh keluar atau nampakin diri loe, bisa-bisa Putra kepincut sama pesona loe!.” Lanjut Vanessa.
“Benar, gue juga gak mau kehilangan Kevin gara-gara loe!.” Tegas Veronica.
“Baik kak!.” Jawab Carisma tetap bersikap ramah.


          Ya Tuhan, mengapa setiap memandang teman kak Nicha yang namanya Putra itu, aku merasa seakan-akan dia Resky. Gak!. Dia bukan Resky!. Jelas-jelas namanya Putra bukan Resky!. Lagipula dia pacar kak Nessa. Aku gak boleh membayangkan aura Resky dalam diri dia. Aku harus berhenti memikirkan dia. Ya, berhenti memikirkan yang bukan milikku. Lagian aku tak pantas untuk seorang sepertinya. Aku hanya gadis malang yang merana. Aku akan lupain dia, menghapus dia dari otakku, karena ingin bersamanya adalah mimpi bagiku. Batin Carisma.


          “Pokoknya kalau Risma merebut Putra dari gue, gue pastiin dia gak akan tenang. Gue bakalan habisin dia, gue bikin hidupnya menderita. Liat saja nanti!.” Ancam Vanessa.
“Ya, loe benar, gue setuju. Gue dukung loe!.” Semangat Veronica.


          Pokoknya gue harus tau siapa gadis itu!. Gadis yang menarik perhatian gue sejak awal ketemu. Gadis yang di rumah Vanessa itu, gue benar-benar yakin dia Risma. Gue harus cari tau, pokoknya besok gue bakalan jujur sama Vanessa, siapa tau dia bisa bantuin gue nemuin keberadaan wanita yang paling gue cintai, Carisma. Batin Resky Putra di dalam kamarnya yang di penuhi fotonya bersama Carisma saat masih kecil dulu.


          “Nes, Nessa tunggu?.” Teriak Resky Putra mengejar Vanessa.
Akhirnya tebar pesona gue berhasil, yes!. Batin Vanessa.
“Ada apa Putra?.” Tanya Vanessa sok kalem.
“Gue mau nanya soal cewek yang kemarin di rumah loe itu, siapa namanya?. Soalnya kalau gue ngeliat dia, membuat gue teringat pada seseorang!.” Jelas Resky Putra.
“Oh, namanya Carisma!. Kenapa sich?.” Tanya Vanessa dongkol.
“Oh, namanya Carisma. Loe tau Nes, gue gak pernah pacaran karena gue nantiin teman kecil gue yang paling gue saying. Namanya Carisma. Apa Carisma yang di rumah loe itu, anaknya Pak Chiko Purwanto?.” Tanya Resky Putra antusias.
“Gue gak tau!. Gak penting juga ‘kan, dia Cuma pembantu!.” Vanessa semakin terbakar cemburu.
“Ntar loe cari tau ya?. Please?.” Pinta Resky Putra dengan ibanya.
“Gue sibuk, gue pergi dulu!.” Pamit Vanessa tiba-tiba.


          “Ma, siapa nama ayahnya Carisma?.” Tanya Vanessa kepada tante Vika yang sedang asyik menonton gossip artis.
“Chiko Purwanto, kenapa?.” Tanpa mengalihkan perhatian dari tv.
Jadi?. OMG, Risma itu?. Gak!. Pokoknya Putra gak boleh tau soal ini!. Kalau sampai Putra tau, gue gak bakalan milikin dia. Pokoknya mereka gak boleh bersatu!. Batin Vanessa.
“Kenapa Nes?.” Tanya tante Vika membuyarkan lamunan Vanessa.
“Akh, enggak kok Mam!.” Sanggah Vanessa sambil berlalu.

         
“Kak Nessa, ada Putra nie.” Seru Veronica memanggil kakaknya.
“Iya.” Jawab Vanessa bergegas menemui Resky Putra.
“Sudah cari tau Nes?.” Tanya Resky Putra tak sabar.
“Sudah, nama ayahnya bukan Chiko Purwanto, tapi Hermawanto Widyodinigrat. Gue ambilin loe minum dulu ya.” Kata Vanessa lalu berjalan menuju dapur, sebenarnya ia bisa saja menyuruh Carisma, namun ia tak ingin Carisma bertemu Resky Putra.
          Ternyata prediksinya salah, saat ia membuatkan minum, Resky justrur melihat Carisma sedang membersihkan halaman rumah. Resky lalu bergegas menemui Carisma.
“Maaf Putra, Kak Nessa dan Kak Nicha melarang saya mendekati teman mereka!.” Jawab Carisma polos saat Resky Putra ingin berbincang dengannya.
“Gue cuma pengen tau, apa benar loe anaknya Pak Chiko Purwanto?.” Tanya Resky Putra.
“Ya.” Jawab Carisma simple dan berusaha menjaga jarak dengan Resky Putra.
“Please, lihat gue!. Gue ini Resky!.” Desak Resky Putra.
“Tapi?. Nama kamu ‘kan?.” Bisik Carisma.
“Loe lupa, nama lengkap gue Resky Putra, dan sekarang gue lebih akrab di sapa Putra.” Jelas Resky.
“Gue fikir loe gak bakalan menepati janji loe sama gue, ternyata loe?. Gue sayang loe, gue nungguin loe selama ini.” Jawab Carisma sambil memeluk Resky.
“Gue juga cinta sama loe Ris.” Bisik Resky di telinga Carisma.
“Gue fikir, gue bisa membuat Putra ngelupain loe, ternyata gue salah. Maafin gue, kalian emang beda, tapi gue akui kalian punya satu rasa yang sama, yaitu cinta. Gue yakin kalian di takdirkan untuk bersama, saling memiliki selamanya.” Ucap Vanessa haru dan mengagetkan mereka.
“Ya, gue juga yakin loe berdua pasti berbahagia. Sudah saatnya Ris, sudah saatnya loe ngedapatin kebahagiaan itu, ngedapatin apa yang seharusnya jadi milik loe!.” Tambah Veronica.
“Maafin kita ya Ris?. Tante, Nessa dan Nicha selama ini salah sama kamu.” Kata Tante Vika.
“Iya, justrur Risma berterima kasih tante sudah mau merawat Risma dan memberikan Risma tumpangan selama ini.” Jawab Carisma tetap sopan dan ramah.
          Terpancar sinar penyesalan yang amat mendalam yang kemudian berbuah sebuah kesadaran pada raut wajah tante Vika dan kedua anaknya. Mereka menyadari kesalahan yang selama ini mereka perbuat terhadap seorang anak manis, sebaik Carisma.
          Senyuman kesucian kembali menghiasi bibir indah Carisma. Ia menemukan kebahagiaannya. Kebahagiaan yang merupakan buah dari kesabaran, kesetiaan dan penantiannya selama ini. Itulah Resky Putra, anugerah terindah dalam hidup Carisma.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar