Meta Herawati, putri
bungsu seorang pengusaha kaya raya, Jerikson Hikmawan. Ibunda Meta adalah
seorang bisnis woman di bidang entertainment, bernama Radianty Herawati. Pak
Jeri dan Bu Anty, begitulah mereka di sapa. Mereka memiliki dua orang anak.
Yang sulung adalah seorang putra bernama Rendy Hikmawan dan yang bungsu adalah
Meta Herawati.
Rendi berusia 23 tahun, dia tengah bekerja di perusahaan
Mitra Jaya, perusahaan sang Ayah yang kelak akan menjadi miliknya. Dan Meta
berusian 20 tahun juga bekerja di perusahaan yang sama, perusahaan Pak Jeri,
ayah mereka. Namun Meta tak seserius Rendy dalam meniti kariernya. Rendy sangat
terambisi untuk mengembangkan perusahaan itu karena ia adalah ahli waris utama.
Meta menjalin suatu hubungan cinta dengan Reza Aldiansyah.
Namun hubungan itu di tentang oleh Pak Jeri dan Rendy. Bu Anty mencoba membela
mereka tapi percuma, karena Bu Anty sendiri menurut pada suaminya, Pak Jeri.
Walau begitu, Meta dan Reza tetap menjalin hubungan. Cinta mereka sangat pekat
dan sulit di pisahkan.
Kayla adalah sahabat Meta yang sekaligus pacar Rendy. Kayla
sangat berjasa atas hubungan Meta dan Reza. Sebab Kayla selalu menolong mereka
dari amarah Rendy. Kayla merelakan dirinya menjadi sasaran Rendy, hanya demi
Meta dan Reza. Itulah yang membuat Bu Anty semakin menyayanginya.
“Meta, papa dengar kamu masih menjalin hubungan dengan anak
gembel itu?. Ingat Meta, kita tidak sederajat dengan mereka!. Reza bukan level
kamu!.” Omel Pak Jeri untuk kesekian kalinya.
“Sudah pa, cukup!. Meta
cinta sama Reza!.” Jawab Meta lantang.
“Meta!. Sadar kamu, Reza
itu gak mampu membiayai kehidupan kalian nantinya!. Ngomongin cinta, kamu tau
cinta itu gak bisa di makan!.” Pak Jeri kesal.
“Pa, materi bisa di cari?.”
Kata Meta membantah.
“Kamu itu gak ngerti
apa-apa!.” Bentak Pak Jeri pada putrinya.
“Sudah pa, sudahlah.”
Bela Bu Anty.
Pak Jeri muak dan meninggalkan ruangan itu. Bu Anty
menenangkan Meta, ia tak ingin perkataan Pak Jeri melukai hati putrinya. Pak Jeri
berpapasan dengan Rendy. Mereka pun mengobrol.
“Ren, lihat sana adik
kamu!.” Geram Pak Jeri.
“Kenapa lagi dengan
Meta?.” Tanya Rendy.
“Dia masih berhubungan
dengan gembel itu!.”
“Reza?.”
“Iya, siapa lagi!.”
“Sudahlah pa, tenang
saja. Biar itu jadi urusan aku!.”
“Papa gak rela putri
kesayangan papa kelaparan kalau sampai di nikahi si Reza yang tidak punya
apa-apa itu!. Kalau memang susah memisahkan mereka, habisin saja si Reza.
Supaya Meta tidak mengharapkannya lagi!.”
“Apa?. Tapi pa?.”
“Ingat, masa depan adik
kamu lebih penting dari apapun. Habisin Reza!.”
Meta yang baru saja menelpon Reza, sedang bersenandung
gembira di kamarnya. Tiba-tiba Rendy masuk ke kamarnya tanpa mengetuk dan
langsung mengunci pintu kamarnya.
Prak !. Rendi menampar adiknya.
“Heh, berapa kali aku
bilang ke kamu, berhenti berhubungan dengan gembel itu!. Apa perlu aku bikin
tuch gembel babak belur?.” Marah Rendy.
“Tapi kak?.” Respon Meta
terbata-bata.
“Tidak pake tapi!.
Sudahlah, aku peringatkan kamu, kalau sampai kamu masih terus berhubungan
dengan gembel itu, aku gak akan segan-segan menghabisi dia. Paham?.” Geram
Rendy yang hendak menampar Meta lagi, namun ia mendengar suara Kayla yang
memanggilnya.
“Ren?. Rendy?.” Panggil
Kayla dari luar kamar.
“Kali ini kamu selamat!.
Tapi awas kalau masih berhubungan dengan gembel itu!.” Ancam Rendy dan keluar
dari kamar dengan membanting pintu.
“Ya sayangku, ada apa?. Sudah aku bilang jangan temui aku
hari ini, aku lagi sibuk!.” Kata Rendy.
“Tapi ‘kan?.” Protes
Kayla.
“Sudahlah. Sekarang aku
antar pulang, ayo?.” Ajak Rendy setengah memaksa.
“Aku naik taxi saja.”
Pinta Kayla.
“Sayang, kamu fikir aku
bego?. Ntar malah ada cowok yang ngegodain kamu!. Sudah jangan membantah lagi,
aku antar kamu pulang sekarang!.” Kata Rendy.
“Ih, aku masih mau di
sini. Aku mau ketemu Meta sama Mama.” Ucap Kayla.
“Gak!. Aku bilang pulang
sekarang!.” Tegas Rendy.
“Iya dech, huh!.” Kayla
kecewa.
“Ta, kamu gak apa-apa?. Tadi mama ngedengar semuanya, jadi
mama menelpon Kayla menyuruhnya ke sini. Dia ‘kan sangat membantu.” Kata Bu
Anty.
“Jadi kedatangan Kayla
tadi?. Hm, tapi kasihan Kayla, ia yang kena damprat dari amarahnya kak Rendy.
Tadi kak Rendy membentak Kayla.” Jelas Meta.
“Iya. Kayla itu bego,
cantik tapi mau sama cowok yang kasar kayak si Rendi.”
“Huh mama, Rendy itu anak
mama lho?.”
“Yee, tapi mama gak suka
kelakuannya!. Telepon Kayla bilang terima kasih geh!.”
Meta pun memencet tombol handphonenya dan mencari nomor
handphone Kayla. Meta menelpon Kayla.
“Hallo Kayla?. Ada Kak
Rendy di situ?.” Tanya Meta.
“Hallo juga, iya ada.
Tapi dia sedang ngobrol sama temannya. Ada apa Ta?.”
“Makasih ya tadi kamu
sudah nolongin aku dari Kak Rendy.”
“Iya gak apa.” Jawab
Kayla.
“Kayla, terima telepon
dari siapa?.” Terdengar suara Rendi cukup jelas di handphone Meta.
“Enggak.” Jawab Kayla.
“Coba sini hpnya aku
lihat?. Aku periksa, awas kalau sampai bohong!. Kalau telponnya dari cowok,
awas saja!.” Ancam Rendy.
“Gak kok, bukan dari
cowok!.” Bantah Kayla.
“Sudah, siniin hpnya!.”
Rendy merebut handphone dari tangan Kayla.
Meta pun mematikan
teleponnya.
Begitulah Rendy yang egois dan
posesif. Untungnya Kayla mau menerima keadaan Rendy dengan apa adanya.
“Meta kesabaran papa sudah habis. Pokoknya Reza harus dapat
pelajaran dari papa, supaya bisa sadar diri!.” Ketus Pak Jeri.
Pak Jeri dan Rendi bergegas meninggalkan ruangan itu, tapi
Kayla masih menenangkan Meta yang menangis dalam pelukan Bu Anty.
“Heh, ngapain kamu di
situ?. Sini ikut aku!. Jangan ngebelain orang yang bego!.” Kata Rendy sambil
menarik tangan Kayla dengan kasar.
“Pa, gawat!. Semua investor menarik investasinya dari
perusahaan kita. Kita terancam bangkrut!.” Kata Rendy di ruang kerja Pak Jeri,
Mitra Jaya.
“Lalu apa yang harus kita
lakukan?.” Tanya Pak Jeri.
“Kita harus memanfaatkan
keadaan dengan seefisien mungkin. Ada satu cara yang paling jitu yang bisa
menyelamatkan kita dari kebangkrutan. Meta harus menikah dengan Rico, anak Pak
Budianto Prakasa. Mereka pemilik perusahaan termaju di Asia.” Rendy menjelaskan
idenya.
“Tapi apa mereka mau?.
Rico?.” Tanya Pak Jeri.
“Pa, lagian Meta hidupnya
akan lebih bahagia jika menikah dengan Rico daripada dengan si Reza. Lagian
info yang aku tau, Rico gak punya pacar. Tinggal Meta saja, tapi semuanya bisa
di atur. Papa serahin saja semuanya sama aku!. Aku janji, gak akan mengecewakan
papa.” Rendy meyakinkan ayahnya.
“Okey,
papa setuju!. Papa percaya sama kamu!. Papa yakin kamu bisa menyelesaikan
persoalan ini dengan baik. Bagaimana dengan Kayla?. Papa lihat kamu sangat
kasar kepadanya. Apa kamu tidak takut jika sewaktu-waktu Kayla meninggalkanmu
karena kelakuanmu itu Ren?.”
“Kayla
itu urusan aku papa!. Rencananya aku akan menikahinya tahun ini.”
Malam itu Pak Jeri, Bu Anty, Rendy, Kayla dan Meta sedang
duduk di ruang tamu, rumah megahnya Rendi. Mereka menunggu kedatangan Rico.
Rendy telah memaksa Meta untuk berkenalan dengan Rico.
Akhirnya Rico datang juga.
“Hai Ric, ini adik aku
yang mau aku kenalin!. Namanya Meta, cantik kan?. Gimana?.” Tanya Rendy
menyambut kedatangan Rico.
“Tipe aku banget!.
Cantik!.” Jawab Rico terang-terangan.
“Gak!. Pokoknya Meta gak
mau. Kak, itu sama saja kakak ngejual Meta sama cowok ini!. Meta gak mau!.”
Seru Meta tak bisa menjaga sikapnya.
“Kakak melakukan semua
ini demi masa depan kamu. Mau jadi apa kamu kalau nikah sama tuch gembel?. Mending
sama Rico, dia lebih segala-galanya dari Reza.” Bentak Rendy tak peduli pada
kedipan mata Kayla yang memperingatkan sikap kasarnya.
“Kak, berapa kali sich
aku bilang kalau aku gak butuh materi. Yang aku butuh ketenangan dan kenyamanan
suatu rasa cinta!.” Jelas Meta membuka mata kakaknya yang selalu bertindak
mengikuti egonya.
“Pokoknya kamu…” Rendy
kembali dengan watak tempramennya.
“Ren, kamu dengar ‘kan
kalau Meta gak mau?. Kok kamu paksain sich?. Kamu lupa ya, kamu sudah janji
sama aku gak bakal ego lagi?.” Bela Kayla.
“Diam!. Aku gak suruh
kamu ngomong!.” Bentak Rendy pada Kayla.
“Kakak!. Kak Rendy
benar-benar keterlaluan!. Kakak selalu mengikuti ego kakak!. Gak pernah mikirin
perasaan orang lain. Kakak tau Meta cinta Reza, tapi kakak paksa Meta untuk
membuka hati pada Rico, karena apa?. Karena dia jauh lebih kaya, karena papanya
Rico adalah investor yang paling banyak investasinya di perusahaan kita!.
Karena itu, kakak fikir itu jaminan suatu kebahagiaan?. Buka mata kakak, lihat
Kayla, kakak fikir dia nyaman dengan kekasaran kakak?. Kayla bertahan sama
kakak bukan karena cinta!. Dia ngalah selama ini karena dia sayang sama Mama
dan aku!.” Oceh Meta.
“Apa maksud kamu?. Kayla
itu cinta sama aku, seperti aku cinta sama dia!.”
“Cinta?. Hah, gak gila
‘kan kak?. Kakak yang cinta sama Kayla, tapi Kayla enggak!. Kakak fikir kakak
keren, kaya dan popular sehingga Kayla cinta sama kakak?. Dengar kak, gak ada
apa-apa yang bisa kakak banggain dari diri kakak!. Harusnya kakak banyak
bersyukur karena sampai hari ini Kayla masih di beri kesabaran untuk
mendampingi kakak dengan segala kekurangan kakak!. Lihat Kayla, dia wanita yang
sempurna, cantik dan mulia hatinya!. Cowok-cowok di luar sana mendambakan
mempersuntingnya, kalau sikap kakak tetap kasar, kakak akan menyesal ketika
Kayla tidak di sisi kakak lagi!. Hubungan kakak saja kayak gitu, gimana kakak
mau ngatur aku?.” Meta tetap comel.
“Diam kamu!.” Bentak
Rendy lalu menampar Meta, tetapi Kayla mencegat itu dan akhirnya tamparan Rendy
mengenai pipi Kayla. Untuk pertama kalinya hal itu terjadi, cinta Kayla berada
di penghujung penantian. Kayla mengambil tasnya dan meninggalkan ruangan itu.
Bu Anty berusaha mencegatnya tapi percuma.
Meta berlari ke kamarnya meninggalkan Rico, Rendy dan Pak
Jeri, sedangkan Bu Anty mencoba menyusul Kayla.
“Maaf.” Rendy berkata
pada Rico.
Apapun masa lalu Meta
dan bagaimana pun tantangannya, aku jatuh cinta sejak pertama bertemu tadi. Aku
harus mendapatkannya, karena dia wanita pertama yang berhasil membuatku jatuh
cinta. Batin Rico.
“Iya gak apa, aku pamit
pulang dulu. Kalau Meta sudah luluh, aku akan menemuinya dan melamarnya.” Kata
Rico pasti.
“Tapi aku minta jangan pernah
sakiti adik aku!.” Kata Rendy.
“Iya, aku janji.”
“Makasih
sudah menyempatkan diri untuk hadir.” Ucap Pak Jeri tak enak hati.
“Iya.”
Rico pun pulang.
Rendy sangat kecewa karena Kayla hingga sekarang tidak mau
menemuinya sejak kejadian malam itu. Karena frustasi, Rendy pun mabuk dan
menikmati waktu malam di diskotik bersama Evi.
Lewat Evi, Rendy pun berkenalan dengan dua orang preman
bernama Nezar dan Kia. Rendy pun membayar mereka untuk membunuh Reza. Dengan
begitu Meta akan menerima lamaran Rico.
Nezar dan Kia menjalankan rencananya. Mereka telah menyekap
Reza. Tapi Nezar dan Kia tersentuh akan ketulusan, kemurnian dan kesucian cinta
Reza pada Meta. Namun mereka adalah preman yang berprinsip, mereka sudah
menerima uang untuk misi ini, maka mereka akan menjalankan tugasnya dengan
baik.
Nezar dan Kia memberikan Reza kesempatan terakhir untuk
menuliskan pesan kepada Meta, kekasihnya. Sebelum ia di bunuh, Reza menulis
memo untuk Meta. Nezar dan Kia bersumpah bahwa memo itu akan sampai langsung ke
tangan Meta. Karena baru kali ini Nezar dan Kia mendapatkan calon korban yang
rela mati demi cinta. Bayangkan, segitu tulusnya cinta Reza pada Meta.
To
: Kekasihku tersayang, Meta Herawati.
Aku tau mungkin ini berat untuk
kita. Tapi aku mohon, tolong berbahagialah buatku. Aku akan tenang kalau
melihat wanita yang aku cintai hidup berbahagia. Aku mencintaimu Meta, sungguh
sangat mencintaimu.
Kalau kamu sungguh mencintaiku,
tolong jangan tangisi kepergianku. Ikhlaskan aku, relakanlah. Biarkan ku
tenang, lupakan aku kalau kamu mencintaiku. Biarkan ku pergi.
Reza Aldiansyah
Memo itu sampai ke tangan Meta, Nezar dan Kia telah
menepati janjinya. Dia menangis dan berteriak sejadi-jadinya. Bahkan Kayla pun
tak bisa menenangkannya. Bu Anty hanya bisa menangis.
Meta pergi ke rumah Reza, Meta masuk ke kamar Reza, mencari
kekasihnya. Namun ibu Rika, ibunda Reza dan Ana, adik Reza, juga menjelaskan
hal yang sama. Meta benar-benar merasa hidupnya tak berarti.
Reza pergi ke café, mall, bioskop, taman dan tempat lainnya
yang pernah di kunjunginya bersama Reza. Meta jadi punya rutinitas baru setiap
hari, Meta berziarah ke makan Reza setiap hari.
Sebenarnya Kayla ingin menolong Meta lebih dari ini, tapi
kini Kayla telah berstatus sebagai istri Rendy dan hal itu membuat ruang
geraknya terbatas. Kayla sebenarnya sudah tidak tahan lagi dengan
tempramentalnya Rendy. Tapi apa boleh buat?. Kayla bertahan hanya demi Meta dan
Bu Anty.
Dan sesungguhnya Rendy bersikap seperti itu karena ia
sangat takut kehilangan Kayla.
Untuk kesekian kalinya Meta berziarah ke makam Reza. Namun
kali ini Meta tak sadar bahwa Rico sedang mengikutinya dari belakang.
“Rez, kamu tega banget ya
ninggalin aku?. Kamu bilang aku bahagia?. Bagemana aku akan berbahagia
tanpamu?.” Kata Meta sambil mengusap nisan Reza.
Saat itu hujan turun sangat deras, Meta kebasahan. Tapi ia
tidak meninggalkan makam Reza. Rico juga kebasahan, tapi dia tetap menunggu di
balik pohon, Rico mengawasi setiap apa yang di lakukan Meta.
“Rez, apa kamu gak mendengar jeritanku?. Rez, aku gak rela,
aku gak bisa biarkan kamu pergi, karena aku terlalu mencintai kamu!. Tuhan, ini
gak adil, aku cinta Reza. Tapi kenapa kau ambil dia dariku?. Gantikanlah aku
dengannya!.”
Rico sudah tak mampu meredakan gejolak hatinya. Teriakan,
jeritan, bahkan tangisan Meta membuatnya menampakan dirinya dari balik pohon,
ia keluar dari persembunyiannya. Rico dan Meta basah kuyup di guyur hujan.
“Sudah cukup Ta, aku gak
tahan lagi dengan semua ini!. Aku iri dengan semua perhatianmu pada Reza.
Tidakkah kau tau Ta, aku mencintaimu!.” Seru Rico.
“Tapi Reza itu cinta buat
aku, dia adalah harapan aku!.” Sahut Meta.
“Ta, aku ingin kamu
mencintai aku seperti kamu mencintai Reza. Aku tau, mudah kalau aku ingin
mendapatkan wanita yang lebih dari kamu, tapi aku rela bertahan. Karena kamu
adalah orang pertama dan satu-satunya yang berhasil membuat aku jatuh cinta!. Dan
aku yakin, aku ingin dan aku bisa menggantikan Reza untuk bisa membuatmu
bahagia!. Tolong Ta, tengoklah aku?.” Pinta Rico tulus.
“Akk….akuu..” Meta
terbata-bata.
“Ta, coba kamu pikir,
kasihan Reza, dia gak tenang kalau ngeliat kamu ngancurin diri kamu sendiri.
Ta, mengertilah, dia juga sakit seperti kamu. Tapi ini takdir Ta, takdir yang
harus terjadi. Bukankah dia pernah minta kamu untuk membiarkan dan merelakan
kepergiannya?. Kalau kamu benar mencintainya, jangan menangisi kepergiannya,
karena kalau kamu tangisi, hal itu akan menjadi beban berat untuk dia. Ta, Reza
jadi gak tenang kalau kamu kayak gini!.” Jelas Rico meyakinkan Meta.
“Ta, coba lihatlah
kesungguhanku?. Aku ingin bersamamu bukan karena kepentingan perusahaan, tapi
karena cinta dan simpati aku ke kamu!. Sekarang, semuanya terserah padamu,
Meta.” Lanjut Rico.
“Ya Allah, ampuni aku!.
Maafkan aku Reza, karena aku gak pernah mengindahkan pesan kamu!. Kini aku
sadar, aku salah. Insya Allah, sekarang aku rela, aku ikhlas, aku mau
membiarkan kamu pergi mengunjungi-Nya. Rez, aku pengen mengucapkan selamat
jalan buatmu, doaku selalu mengiringimu. Dan kini di saksikan oleh hujan, di
bawah batu nisan ini. Rez, aku ingin bilang aku akan bahagia seperti harapanmu.
Karena aku sudah menemukan orang yang bisa mencintai aku seperti kamu. Aku
minta restumu, Reza.” Desah Meta.
Meta pun berlari ke hadapan Rico. Dan tanpa aba-aba, mereka
berpelukan dan membiarkan hati mereka mengikrarkan cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar