Kamis, 19 Februari 2015

Biarkan Ku Pergi



Meta Herawati, putri bungsu seorang pengusaha kaya raya, Jerikson Hikmawan. Ibunda Meta adalah seorang bisnis woman di bidang entertainment, bernama Radianty Herawati. Pak Jeri dan Bu Anty, begitulah mereka di sapa. Mereka memiliki dua orang anak. Yang sulung adalah seorang putra bernama Rendy Hikmawan dan yang bungsu adalah Meta Herawati.
          Rendi berusia 23 tahun, dia tengah bekerja di perusahaan Mitra Jaya, perusahaan sang Ayah yang kelak akan menjadi miliknya. Dan Meta berusian 20 tahun juga bekerja di perusahaan yang sama, perusahaan Pak Jeri, ayah mereka. Namun Meta tak seserius Rendy dalam meniti kariernya. Rendy sangat terambisi untuk mengembangkan perusahaan itu karena ia adalah ahli waris utama.
          Meta menjalin suatu hubungan cinta dengan Reza Aldiansyah. Namun hubungan itu di tentang oleh Pak Jeri dan Rendy. Bu Anty mencoba membela mereka tapi percuma, karena Bu Anty sendiri menurut pada suaminya, Pak Jeri. Walau begitu, Meta dan Reza tetap menjalin hubungan. Cinta mereka sangat pekat dan sulit di pisahkan.
          Kayla adalah sahabat Meta yang sekaligus pacar Rendy. Kayla sangat berjasa atas hubungan Meta dan Reza. Sebab Kayla selalu menolong mereka dari amarah Rendy. Kayla merelakan dirinya menjadi sasaran Rendy, hanya demi Meta dan Reza. Itulah yang membuat Bu Anty semakin menyayanginya.

          “Meta, papa dengar kamu masih menjalin hubungan dengan anak gembel itu?. Ingat Meta, kita tidak sederajat dengan mereka!. Reza bukan level kamu!.” Omel Pak Jeri untuk kesekian kalinya.
“Sudah pa, cukup!. Meta cinta sama Reza!.” Jawab Meta lantang.
“Meta!. Sadar kamu, Reza itu gak mampu membiayai kehidupan kalian nantinya!. Ngomongin cinta, kamu tau cinta itu gak bisa di makan!.” Pak Jeri kesal.
“Pa, materi bisa di cari?.” Kata Meta membantah.
“Kamu itu gak ngerti apa-apa!.” Bentak Pak Jeri pada putrinya.
“Sudah pa, sudahlah.” Bela Bu Anty.
          Pak Jeri muak dan meninggalkan ruangan itu. Bu Anty menenangkan Meta, ia tak ingin perkataan Pak Jeri melukai hati putrinya. Pak Jeri berpapasan dengan Rendy. Mereka pun mengobrol.
“Ren, lihat sana adik kamu!.” Geram Pak Jeri.
“Kenapa lagi dengan Meta?.” Tanya Rendy.
“Dia masih berhubungan dengan gembel itu!.”
“Reza?.”
“Iya, siapa lagi!.”
“Sudahlah pa, tenang saja. Biar itu jadi urusan aku!.”
“Papa gak rela putri kesayangan papa kelaparan kalau sampai di nikahi si Reza yang tidak punya apa-apa itu!. Kalau memang susah memisahkan mereka, habisin saja si Reza. Supaya Meta tidak mengharapkannya lagi!.”
“Apa?. Tapi pa?.”
“Ingat, masa depan adik kamu lebih penting dari apapun. Habisin Reza!.”

          Meta yang baru saja menelpon Reza, sedang bersenandung gembira di kamarnya. Tiba-tiba Rendy masuk ke kamarnya tanpa mengetuk dan langsung mengunci pintu kamarnya.
          Prak !. Rendi menampar adiknya.
“Heh, berapa kali aku bilang ke kamu, berhenti berhubungan dengan gembel itu!. Apa perlu aku bikin tuch gembel babak belur?.” Marah Rendy.
“Tapi kak?.” Respon Meta terbata-bata.
“Tidak pake tapi!. Sudahlah, aku peringatkan kamu, kalau sampai kamu masih terus berhubungan dengan gembel itu, aku gak akan segan-segan menghabisi dia. Paham?.” Geram Rendy yang hendak menampar Meta lagi, namun ia mendengar suara Kayla yang memanggilnya.
“Ren?. Rendy?.” Panggil Kayla dari luar kamar.
“Kali ini kamu selamat!. Tapi awas kalau masih berhubungan dengan gembel itu!.” Ancam Rendy dan keluar dari kamar dengan membanting pintu.
          “Ya sayangku, ada apa?. Sudah aku bilang jangan temui aku hari ini, aku lagi sibuk!.” Kata Rendy.
“Tapi ‘kan?.” Protes Kayla.
“Sudahlah. Sekarang aku antar pulang, ayo?.” Ajak Rendy setengah memaksa.
“Aku naik taxi saja.” Pinta Kayla.
“Sayang, kamu fikir aku bego?. Ntar malah ada cowok yang ngegodain kamu!. Sudah jangan membantah lagi, aku antar kamu pulang sekarang!.” Kata Rendy.
“Ih, aku masih mau di sini. Aku mau ketemu Meta sama Mama.” Ucap Kayla.
“Gak!. Aku bilang pulang sekarang!.” Tegas Rendy.
“Iya dech, huh!.” Kayla kecewa.

          “Ta, kamu gak apa-apa?. Tadi mama ngedengar semuanya, jadi mama menelpon Kayla menyuruhnya ke sini. Dia ‘kan sangat membantu.” Kata Bu Anty.
“Jadi kedatangan Kayla tadi?. Hm, tapi kasihan Kayla, ia yang kena damprat dari amarahnya kak Rendy. Tadi kak Rendy membentak Kayla.” Jelas Meta.
“Iya. Kayla itu bego, cantik tapi mau sama cowok yang kasar kayak si Rendi.”
“Huh mama, Rendy itu anak mama lho?.”
“Yee, tapi mama gak suka kelakuannya!. Telepon Kayla bilang terima kasih geh!.”
          Meta pun memencet tombol handphonenya dan mencari nomor handphone Kayla. Meta menelpon Kayla.
“Hallo Kayla?. Ada Kak Rendy di situ?.” Tanya Meta.
“Hallo juga, iya ada. Tapi dia sedang ngobrol sama temannya. Ada apa Ta?.”
“Makasih ya tadi kamu sudah nolongin aku dari Kak Rendy.”
“Iya gak apa.” Jawab Kayla.
“Kayla, terima telepon dari siapa?.” Terdengar suara Rendi cukup jelas di handphone Meta.
“Enggak.” Jawab Kayla.
“Coba sini hpnya aku lihat?. Aku periksa, awas kalau sampai bohong!. Kalau telponnya dari cowok, awas saja!.” Ancam Rendy.
“Gak kok, bukan dari cowok!.” Bantah Kayla.
“Sudah, siniin hpnya!.” Rendy merebut handphone dari tangan Kayla.
Meta pun mematikan teleponnya.
          Begitulah Rendy yang egois dan posesif. Untungnya Kayla mau menerima keadaan Rendy dengan apa adanya.

          “Meta kesabaran papa sudah habis. Pokoknya Reza harus dapat pelajaran dari papa, supaya bisa sadar diri!.” Ketus Pak Jeri.
          Pak Jeri dan Rendi bergegas meninggalkan ruangan itu, tapi Kayla masih menenangkan Meta yang menangis dalam pelukan Bu Anty.
“Heh, ngapain kamu di situ?. Sini ikut aku!. Jangan ngebelain orang yang bego!.” Kata Rendy sambil menarik tangan Kayla dengan kasar.


          “Pa, gawat!. Semua investor menarik investasinya dari perusahaan kita. Kita terancam bangkrut!.” Kata Rendy di ruang kerja Pak Jeri, Mitra Jaya.
“Lalu apa yang harus kita lakukan?.” Tanya Pak Jeri.
“Kita harus memanfaatkan keadaan dengan seefisien mungkin. Ada satu cara yang paling jitu yang bisa menyelamatkan kita dari kebangkrutan. Meta harus menikah dengan Rico, anak Pak Budianto Prakasa. Mereka pemilik perusahaan termaju di Asia.” Rendy menjelaskan idenya.
“Tapi apa mereka mau?. Rico?.” Tanya Pak Jeri.
“Pa, lagian Meta hidupnya akan lebih bahagia jika menikah dengan Rico daripada dengan si Reza. Lagian info yang aku tau, Rico gak punya pacar. Tinggal Meta saja, tapi semuanya bisa di atur. Papa serahin saja semuanya sama aku!. Aku janji, gak akan mengecewakan papa.” Rendy meyakinkan ayahnya.
“Okey, papa setuju!. Papa percaya sama kamu!. Papa yakin kamu bisa menyelesaikan persoalan ini dengan baik. Bagaimana dengan Kayla?. Papa lihat kamu sangat kasar kepadanya. Apa kamu tidak takut jika sewaktu-waktu Kayla meninggalkanmu karena kelakuanmu itu Ren?.”
“Kayla itu urusan aku papa!. Rencananya aku akan menikahinya tahun ini.”

          Malam itu Pak Jeri, Bu Anty, Rendy, Kayla dan Meta sedang duduk di ruang tamu, rumah megahnya Rendi. Mereka menunggu kedatangan Rico. Rendy telah memaksa Meta untuk berkenalan dengan Rico.
          Akhirnya Rico datang juga.
“Hai Ric, ini adik aku yang mau aku kenalin!. Namanya Meta, cantik kan?. Gimana?.” Tanya Rendy menyambut kedatangan Rico.
“Tipe aku banget!. Cantik!.” Jawab Rico terang-terangan.
“Gak!. Pokoknya Meta gak mau. Kak, itu sama saja kakak ngejual Meta sama cowok ini!. Meta gak mau!.” Seru Meta tak bisa menjaga sikapnya.
“Kakak melakukan semua ini demi masa depan kamu. Mau jadi apa kamu kalau nikah sama tuch gembel?. Mending sama Rico, dia lebih segala-galanya dari Reza.” Bentak Rendy tak peduli pada kedipan mata Kayla yang memperingatkan sikap kasarnya.
“Kak, berapa kali sich aku bilang kalau aku gak butuh materi. Yang aku butuh ketenangan dan kenyamanan suatu rasa cinta!.” Jelas Meta membuka mata kakaknya yang selalu bertindak mengikuti egonya.
“Pokoknya kamu…” Rendy kembali dengan watak tempramennya.
“Ren, kamu dengar ‘kan kalau Meta gak mau?. Kok kamu paksain sich?. Kamu lupa ya, kamu sudah janji sama aku gak bakal ego lagi?.” Bela Kayla.
“Diam!. Aku gak suruh kamu ngomong!.” Bentak Rendy pada Kayla.
“Kakak!. Kak Rendy benar-benar keterlaluan!. Kakak selalu mengikuti ego kakak!. Gak pernah mikirin perasaan orang lain. Kakak tau Meta cinta Reza, tapi kakak paksa Meta untuk membuka hati pada Rico, karena apa?. Karena dia jauh lebih kaya, karena papanya Rico adalah investor yang paling banyak investasinya di perusahaan kita!. Karena itu, kakak fikir itu jaminan suatu kebahagiaan?. Buka mata kakak, lihat Kayla, kakak fikir dia nyaman dengan kekasaran kakak?. Kayla bertahan sama kakak bukan karena cinta!. Dia ngalah selama ini karena dia sayang sama Mama dan aku!.” Oceh Meta.
“Apa maksud kamu?. Kayla itu cinta sama aku, seperti aku cinta sama dia!.”
“Cinta?. Hah, gak gila ‘kan kak?. Kakak yang cinta sama Kayla, tapi Kayla enggak!. Kakak fikir kakak keren, kaya dan popular sehingga Kayla cinta sama kakak?. Dengar kak, gak ada apa-apa yang bisa kakak banggain dari diri kakak!. Harusnya kakak banyak bersyukur karena sampai hari ini Kayla masih di beri kesabaran untuk mendampingi kakak dengan segala kekurangan kakak!. Lihat Kayla, dia wanita yang sempurna, cantik dan mulia hatinya!. Cowok-cowok di luar sana mendambakan mempersuntingnya, kalau sikap kakak tetap kasar, kakak akan menyesal ketika Kayla tidak di sisi kakak lagi!. Hubungan kakak saja kayak gitu, gimana kakak mau ngatur aku?.” Meta tetap comel.
“Diam kamu!.” Bentak Rendy lalu menampar Meta, tetapi Kayla mencegat itu dan akhirnya tamparan Rendy mengenai pipi Kayla. Untuk pertama kalinya hal itu terjadi, cinta Kayla berada di penghujung penantian. Kayla mengambil tasnya dan meninggalkan ruangan itu. Bu Anty berusaha mencegatnya tapi percuma.
          Meta berlari ke kamarnya meninggalkan Rico, Rendy dan Pak Jeri, sedangkan Bu Anty mencoba menyusul Kayla.
“Maaf.” Rendy berkata pada Rico.
          Apapun masa lalu Meta dan bagaimana pun tantangannya, aku jatuh cinta sejak pertama bertemu tadi. Aku harus mendapatkannya, karena dia wanita pertama yang berhasil membuatku jatuh cinta. Batin Rico.
“Iya gak apa, aku pamit pulang dulu. Kalau Meta sudah luluh, aku akan menemuinya dan melamarnya.” Kata Rico pasti.
“Tapi aku minta jangan pernah sakiti adik aku!.” Kata Rendy.
“Iya, aku janji.”
“Makasih sudah menyempatkan diri untuk hadir.” Ucap Pak Jeri tak enak hati.
“Iya.” Rico pun pulang.

          Rendy sangat kecewa karena Kayla hingga sekarang tidak mau menemuinya sejak kejadian malam itu. Karena frustasi, Rendy pun mabuk dan menikmati waktu malam di diskotik bersama Evi.
          Lewat Evi, Rendy pun berkenalan dengan dua orang preman bernama Nezar dan Kia. Rendy pun membayar mereka untuk membunuh Reza. Dengan begitu Meta akan menerima lamaran Rico.
          Nezar dan Kia menjalankan rencananya. Mereka telah menyekap Reza. Tapi Nezar dan Kia tersentuh akan ketulusan, kemurnian dan kesucian cinta Reza pada Meta. Namun mereka adalah preman yang berprinsip, mereka sudah menerima uang untuk misi ini, maka mereka akan menjalankan tugasnya dengan baik.
          Nezar dan Kia memberikan Reza kesempatan terakhir untuk menuliskan pesan kepada Meta, kekasihnya. Sebelum ia di bunuh, Reza menulis memo untuk Meta. Nezar dan Kia bersumpah bahwa memo itu akan sampai langsung ke tangan Meta. Karena baru kali ini Nezar dan Kia mendapatkan calon korban yang rela mati demi cinta. Bayangkan, segitu tulusnya cinta Reza pada Meta.


To : Kekasihku tersayang, Meta Herawati.
          Aku tau mungkin ini berat untuk kita. Tapi aku mohon, tolong berbahagialah buatku. Aku akan tenang kalau melihat wanita yang aku cintai hidup berbahagia. Aku mencintaimu Meta, sungguh sangat mencintaimu.
          Kalau kamu sungguh mencintaiku, tolong jangan tangisi kepergianku. Ikhlaskan aku, relakanlah. Biarkan ku tenang, lupakan aku kalau kamu mencintaiku. Biarkan ku pergi.
Reza  Aldiansyah

          Memo itu sampai ke tangan Meta, Nezar dan Kia telah menepati janjinya. Dia menangis dan berteriak sejadi-jadinya. Bahkan Kayla pun tak bisa menenangkannya. Bu Anty hanya bisa menangis.
          Meta pergi ke rumah Reza, Meta masuk ke kamar Reza, mencari kekasihnya. Namun ibu Rika, ibunda Reza dan Ana, adik Reza, juga menjelaskan hal yang sama. Meta benar-benar merasa hidupnya tak berarti.
          Reza pergi ke café, mall, bioskop, taman dan tempat lainnya yang pernah di kunjunginya bersama Reza. Meta jadi punya rutinitas baru setiap hari, Meta berziarah ke makan Reza setiap hari.
          Sebenarnya Kayla ingin menolong Meta lebih dari ini, tapi kini Kayla telah berstatus sebagai istri Rendy dan hal itu membuat ruang geraknya terbatas. Kayla sebenarnya sudah tidak tahan lagi dengan tempramentalnya Rendy. Tapi apa boleh buat?. Kayla bertahan hanya demi Meta dan Bu Anty.
          Dan sesungguhnya Rendy bersikap seperti itu karena ia sangat takut kehilangan Kayla.


          Untuk kesekian kalinya Meta berziarah ke makam Reza. Namun kali ini Meta tak sadar bahwa Rico sedang mengikutinya dari belakang.
“Rez, kamu tega banget ya ninggalin aku?. Kamu bilang aku bahagia?. Bagemana aku akan berbahagia tanpamu?.” Kata Meta sambil mengusap nisan Reza.
          Saat itu hujan turun sangat deras, Meta kebasahan. Tapi ia tidak meninggalkan makam Reza. Rico juga kebasahan, tapi dia tetap menunggu di balik pohon, Rico mengawasi setiap apa yang di lakukan Meta.
          “Rez, apa kamu gak mendengar jeritanku?. Rez, aku gak rela, aku gak bisa biarkan kamu pergi, karena aku terlalu mencintai kamu!. Tuhan, ini gak adil, aku cinta Reza. Tapi kenapa kau ambil dia dariku?. Gantikanlah aku dengannya!.”
          Rico sudah tak mampu meredakan gejolak hatinya. Teriakan, jeritan, bahkan tangisan Meta membuatnya menampakan dirinya dari balik pohon, ia keluar dari persembunyiannya. Rico dan Meta basah kuyup di guyur hujan.
“Sudah cukup Ta, aku gak tahan lagi dengan semua ini!. Aku iri dengan semua perhatianmu pada Reza. Tidakkah kau tau Ta, aku mencintaimu!.” Seru Rico.
“Tapi Reza itu cinta buat aku, dia adalah harapan aku!.” Sahut Meta.
“Ta, aku ingin kamu mencintai aku seperti kamu mencintai Reza. Aku tau, mudah kalau aku ingin mendapatkan wanita yang lebih dari kamu, tapi aku rela bertahan. Karena kamu adalah orang pertama dan satu-satunya yang berhasil membuat aku jatuh cinta!. Dan aku yakin, aku ingin dan aku bisa menggantikan Reza untuk bisa membuatmu bahagia!. Tolong Ta, tengoklah aku?.” Pinta Rico tulus.
“Akk….akuu..” Meta terbata-bata.
“Ta, coba kamu pikir, kasihan Reza, dia gak tenang kalau ngeliat kamu ngancurin diri kamu sendiri. Ta, mengertilah, dia juga sakit seperti kamu. Tapi ini takdir Ta, takdir yang harus terjadi. Bukankah dia pernah minta kamu untuk membiarkan dan merelakan kepergiannya?. Kalau kamu benar mencintainya, jangan menangisi kepergiannya, karena kalau kamu tangisi, hal itu akan menjadi beban berat untuk dia. Ta, Reza jadi gak tenang kalau kamu kayak gini!.” Jelas Rico meyakinkan Meta.
“Ta, coba lihatlah kesungguhanku?. Aku ingin bersamamu bukan karena kepentingan perusahaan, tapi karena cinta dan simpati aku ke kamu!. Sekarang, semuanya terserah padamu, Meta.” Lanjut Rico.
“Ya Allah, ampuni aku!. Maafkan aku Reza, karena aku gak pernah mengindahkan pesan kamu!. Kini aku sadar, aku salah. Insya Allah, sekarang aku rela, aku ikhlas, aku mau membiarkan kamu pergi mengunjungi-Nya. Rez, aku pengen mengucapkan selamat jalan buatmu, doaku selalu mengiringimu. Dan kini di saksikan oleh hujan, di bawah batu nisan ini. Rez, aku ingin bilang aku akan bahagia seperti harapanmu. Karena aku sudah menemukan orang yang bisa mencintai aku seperti kamu. Aku minta restumu, Reza.” Desah Meta.
          Meta pun berlari ke hadapan Rico. Dan tanpa aba-aba, mereka berpelukan dan membiarkan hati mereka mengikrarkan cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar